Mentoring, Transfer “Tacit” Knowledge

business_mentoring

Oleh Handry Satriago

@HandryGE

Ada suatu hal penting yang berpengaruh dalam perjalanan hidup saya, yaitu tentang #mentor , hal yang ingin saya ceritakan malam ini. Saya beruntung, beberapa kali punya #mentor yang baik selama karir bekerja saya. Orang-orang yang berjasa dalam pengembangan diri saya. #Mentor-ing adalah developmental relationship antara mentees & mentors yang memacu perkembangan personal & professional Si mentees.

Dalam hal mentoring ini, Mentees adalah orang yang less experienced, dan #Mentor adalah orang yang more experiences.Karakteristik hubungan #mentor-ing ini Flexibel, Bentuk interaksinya beragam, dan Adaptable terhadap perubahan kebutuhan dari Mentee. Karena ini adalah hubungan individual (dyadic, 1 on 1), maka hubungan dalam roses #mentor-ing ini jadi unik.

Proces #mentor-ing ini sesungguhnya adalah transfer “tacit” knowledge…ilmu-ilmu yang tidak dipelajari di bangku sekolah. Seorang peniti karir yang baru memerlukan #mentor untuk mengakselerasi perkembangan personal dan profesionalnya #mentor ini pula yang akan membantu membuka jalan kepada network baru bagi para mentee ny 10. #mentor harus dicari…tak bisa berharap dia muncul sendiri…

Seperti dalam cerita-cerita silat, seseorang mau menjadi #mentor kalau dia melihat potensi unik dan usaha keras dari mentee nya You cannot wait for somebody to build your future, you have to find the way to build your future. #mentor. Saya dulu jungkir balik untuk membuktikan pada #mentor saya yang pertama bahwa saya worthed untuk dijadikan menteenya… …dan “menjilat” bukanlah cara yang jitu untuk mendapatkan #mentor yang baik…mentor yang baik malah melengos jika didekati dengan cara itu.Tentu ada faktor “luck” juga dalam mendapatkan #mentor yang baik…tapi faktor terbesar adalah usaha…

Pengalaman saya, mendapatkan #mentor itu adalah dengan membuktikan bahwa we are willing to learn and move up…and we are unique. Harus punya “modal” bagus untuk dapat #mentor bagus…modal utama adalah punya wawasan yang tidak sempit and humble. Paling males jadi #mentor buat orang yang arogan dan sok tahu (apalagi penjilat!). #mentor-ship yang sukses memiliki ikatan personal….ada rasa saling bangga di proses itu. Apa yang diajarkan #mentor? bukan “memberikan ikan”…tapi “memperkanlkan kail dan berbagai cara untuk memancing”. #mentor berkisah tentang berbagai pengalamannya menghadapi dan mengatasi masalah…mentee belajar dari hal ini. Proses #mentor-ing berjalan dengan baik kalau mentee nya banyak bertanya….bukan menunggu “diajari”. Proses #mentor-ing berjalan lebih baik, jika mentee juga datang dengan berbagai ide dan opsi…tidak cuma “reaktif”, tp “proaktif”
Ada hal penting yang perlu diketahui oleh mentee dalam proses #mentor-ing. Mentor bangga jika mentee nya berhasil! #mentor-ing bukan proses transaksional…tak perlu ada balas jasa dalam proses ini. Menjadi #mentor adalah perwujudan dari “the job of a leader is to create another leader”.
Lalu apa untungnya jadi #mentor? selain ibadah (yang mungkin kedengarannya klise), ini adalah proses menjadikan diri lebih baik.

Saya percaya pada proses saling influence. #mentor yang menghasilkan mentee yang berhasil, akan juga belajar dan jadi lebih baik. Orang yang takut menjadi #mentor karena takut mentee nya jadi lebih hebat dari dia dan takut jadi saingannya, bukanlah seorang leader!. Legacy seorang leader bahkan ditunjukkan oleh banyaknya mentee baik yang lahir dari proses #mentor-ing yang dilakukannya. Karena proses #mentor-ing adalah proses mengembangkan pribadi seseorang…tidak hanya soal teknis, tapi juga soal values. Dalam proses #mentor-ing, diperlukan kondisi “Be honest and respectful” from both mentor dan mentee. Mentee perlu menyingkirkan sikap defensive ketika mendapatkan feedback dan input dari #mentor. A #mentor is a catalyst for mentee development. They are not the substitute for the manager. Berdasar pengalaman saya, proses #mentor-ing tak bisa sebentar…dibutuhkan waktu sekitar 6 – 12 bulan untuk efektif. Indonesia butuh banyak proses #mentor-ing ini. Saya berharap banyak anak muda yang dimentori oleh orang-orang praktisi profesional di bidangnya. Satu anak muda/Mahasiswa – satu CEO/GM misalnya…selama setahun! #mentor. Tapi calon mentee ini juga harus punya “modal” tadi…sudah punya aktifitas yang menarik, unik…Bukan IPK yang penting! #mentor. Kita coba buat tahun ini…mudah-mudahan bisa bergulir…sesuatu kegiatan semacam “Mentoring Movement” gitu. #mentor. That’s all for tonight…semoga menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salam! #mentor

Sumber :

http://www.handry-satriago.com/2014/01/mentor.html

1 thought on “Mentoring, Transfer “Tacit” Knowledge”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *