Talent Management, Leadership & Peran HR/HC

sampul2

Oleh : Tizar Rahmawan

(Mahasiswa Pascasarjana Untag Surabaya)

Hari ini teman saya bercerita tentang perusahaannya yang sedang bergoyang diterpa badai masalah. dimana perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan dengan penjualan mereka yang terus menurun yang salah satu penyebabnya adalah kwalitas produksi yang menurun. Perusahaan ini dulunya termasuk perusahaan yang cukup mapan dengan kinerja yang bagus, keuangan yang stabil dan pesaing yang masih sedikit jadi cenderung dalam kondisi mapan. Namun, jaman sudah berubah, para pesaing sudah mulai banyak bermunculan yang mengakibatkan persaingan mulai ketat. Customer yang dulunya loyal sekarang sudah mulai mengurangi jumlah pembeliannya atau berpindah kelain hati. Order yang dulu banyak sekarang mulai menurun. hal ini diperparah dengan kondisi ekonomi yang sedang tidak bergairah menambah semakin sulit untuk bergerak. Sampai hari ini bos perusahaan tersebut masih pusing memutar otak memikirkan cara bagaimana perusahaan ini terus bisa berjalan. itu sedikit gambaran yang disampaikan teman saya tentang kondisi global yang umum terjadi sekarang ini. Dari cerita teman saya tadi bisa ditangkap salah satu masalah terbesar yang mereka hadapi adalah karyawan yang sudah merasa nyaman dengan kondisi mereka, dimana mereka sudah merasa nyaman dengan pekerjaan mereka dan susah untuk mau berubah. dan memang kalau kita lihat dari perbincangan atau diskusi2 yang digelar diberbagai tempat, mulai dari warung kopi, meja rapat, obrolan dikantin sampai di executive lounce bahwa faktor dominan yang penyebab sebuah masalah adalah di aspek manusianya. Dalam sebuah analisa kita biasa melakukan review tentang aspek manusia,keuangan, metode, peralatan, prosedur dan lain2nya. namuin jika ditelisik secara mendalam maka aspek2 selain manusia bukan menjadi faktor yang dominan dan ending nya biasanya kembali ke aspen manusiannya. Keunggulan sebuah product, sistem yang efektif, market share, produk yang unggul dan harga yang kompetitif bukanlah sesuatu yang muncul tiba2 dengan sendirinya. namun merupakan hasil/product dari dari sebuah konse cara berfikir, perencanaan, dan eksekusi dari sekelompok orang hebat dalam sebuah organisasi. Jika kita melihat dari sudut pandang tersebut, maka ujung pangkal sebuah masalah kejatuhan atau perkembangan sebuah organisasi terletak pada aspek manusia yang mengisi organisasi tersebut. Persaingan antar organisasi/perusahaan yang terjadi saat ini baik ditingkat lokal, regional atau global jika ditelisik lebih dalam sebenarnya adalah adalah persaingan antar manusia yang mengisi didalam organisasi tersebut. Kok bisa seperti itu? kalau kita lihat bahwa hanya aspek manusia lah yang tidak bisa ditiru oleh competitor. jika bahan baku, teknologi, energy dan aspek yang lain bisa ditiru dengan presisi maka aspek manusia tidak bisa karena manusia memiliki keunikan masing2 dan manusialah yang menjalankan alat atau system disebuah perusahaan. Oleh karena itu persaingannya lebih pada persaingan antar manusianya. Maka jika kita ingin memenangkan persaingan dengan organisasi atau perusahaan maka aspek pertama dan utama yang perlu kita lihat dan perbaiki adalah aspek manusianya. secara de facto atau de jure dalam sebuah organisasi/perusahaan yang mengatur manusia/karyawan yang adalah departemen HR/HC. Jadi peran HR/HC memiliki posisi yang strategis. Dimana posisi HR/HC menjembatani antara pengusaha dan karyawan yang ada diperusahaan. Selain mengurusi hal2 administratif rutin, fungsi dan peran HR/HC. Peran HR/HC bisa menjadi partner pengusaha/manajemen dalam mengurusi bisnisnya dan dilain sisi juga bisa menjadi teman dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi yang tentunya sesuai dengan batasan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu peran HR/HC adalah bagaimana mampu membentuk Mindset y ang tepat dalam sebuah organisasi, terutama dalam urusan talent management dan jalannya perusahaan secara umunya. Peran ini menjadi salah satu titik penting peran HR/HC dimana Mindset yang dimiliki dan diyakini dalam sebuah organisasi bisa menjadi sebuah pembeda antara organisasi satu dengan organisas lainnya. sebagai contoh, mindset yang tepat bisa menciptakan proses yang efisien, proses yang efisien akan menghasilkan produk yang berkwalitas dan layanan yang tinggi, produk yang berkwalitas dan layanan yang tinggi akan menghasilkan respon positif dari customer atau pasar yang endingnya akan mampu bersaing dengan competitor lainnya serta mendapatkan profit yang tinggi. peran HR/HC lain dan bisa menjadi tolok ukur dalam kesuksesan proses talent management adalah bagaimana HR/HC mampu menciptakan kader2 perusahaan yang siap untuk dikembangkan dan siap menerima tugas yang lebih besar. Disini siap secara mindset, kompetensi dan mental. kalau menurut Pak Darmin A Pella dalam bukunya talent management mengatakan bahwa HR/HC dianggap berhasil/sukses jika mampu menyediakan kader pemimpin yang lebih besar dari pada kebutuhan organisasi pada saat s ebelum kebutuhan itu muncul. Maksudnya adalah bahwa peran tugas Utama HR adalah menyiapkan kader leader untuk masing2 level, dan masing2 level stock calonnya tidak hanya satu karena disitu dijelaskan lebih dari kebutuhan yang ada. jika kebutuhannya satu, maka minimal harus memiliki stok dua orang kader. Kenapa Aspek Leader/pemimpin menjadi sangat penting dalam sebuah organisasi? karena yang menggerakkan organisasi adalah para leader, sedangkan yang lain mayoritas menjadi follower dari para leader tersebut. Jim Collins dalam bukunya Good To Great menyebutkan bahwa langkah pertama jika perusahaan mau bertransformasi dari posisi good ke posisi great adalah mereka harus memiliki seorang leader level 5 (untuk detailnya baca dibukunya Jim Collins). Sebenarnya, tugas untuk mencetak masing2 leader adalah tugas leader itu sendiri. seperti kata Bang Handry Satriago “A true leader is one who can create new leader”.jadi tugas utama seorang pemimpin adalah mencetak pemimpin2 lainnya. Tugas HR/HC bagaiamana? tugasnya adalah untuk menstimulus leader untuk mau membentuk/membuat leader2 lain jika sang leader tersebut tidak mau membentuk leader lainnya, atau membantu leader (CEO/Direktur/Manager) dalam mengembangkan orang2 yang berpotensi untuk menjadi kader perusahaan bisa dengan menyiapkan system yang tepat atau menstimulus percepatan pembentukan kandidat kader tersebut. jadi peran HR/HC sangatlah sentral dalam sebuah organi sasi dan para Punggawa HR/HC disebuah perusahaan tentunya harus mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengelola talenta yang ada dan membantu perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang mereka hdapai. namun pertanyaannya bagaimana dengan kondisi real dilapangan? banyak kita jumpai para punggawa HR/HC yang belum fokus dalam menggarap manusia dalam sebuah organisasi dan cenderung untuk mengurusi hal2 administratif saja. Jadi sangat disayangkan sekali jika kita lupa pada esensi sebuah aspek yang sangat powerfull jika kita mampu mengembangkannya dengan baik. yaitu Manusia nya. kalau dalam ilmu properti aspek yang terpenting dan harus sangat diperhatikan adalah prinsip 3L yaitu Lokasi, Lokasi dan Lokasi. maka jika kita berbicara organisasi maka kita harus memperhatikan 3M, Manusia, manusia dan manusianya. semoga tulisan ini  bermanfaat dan sukses untuk kita semua.   salam Tizar Rahmawan   Referensi : –  Pella, Darmin A. 2014, Talent Management mengembangkan SDM untuk mencapai pertumbuhan dan kinerja prima, Gramedia – Collins, Jim, Good To Great. –   http://bbs.binus.ac.id/2013/08/26/a-leader-is-someone-who-wants-to-be-led/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *